REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mengecam tindak kekerasan yang tak berperikemanusiaan yang dilakukan militer Mesir kepada warga sipil.
"Apa pun
alasannya, tindak kekerasan oleh militer mesin yang menyebabkan korban
jiwa dari warga sipil tidak bisa diterima karena melanggar
prinsip-prinsip universal kemanusiaan," kata Saleh Partaonan Daulay
melalui pesan singkatnya di Jakarta, Minggu.
Saleh meminta dunia internasional
untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dalam rangka menyelamatkan
warga Mesir yang saat ini terancam. Menurut dia, sengketa politik yang
ada semestinya diselesaikan dengan cara-cara damai, santun, dan beradab.
Selain itu, Saleh juga meminta
pemerintah Indonesia segera melakukan diplomasi di tingkat internasional
dalam rangka mencari solusi bagi penyelesaian krisis Mesir.
Selain dengan dunia
internasional, Indonesia juga bisa melakukan pembicaraan-pembicaraan
khusus dengan negara-negara Islam. Menurut Saleh, sebagai negara
berpenduduk mayoritas Muslim, maka Indonesia bisa mengambil peran-peran
strategis.
"Pemerintah Indonesia tidak cukup
hanya menyampaikan prihatin dan berbelasungkawa. Krisis Mesir perlu
diselesaikan segera. Karena militernya sudah melampaui batas, maka dunia
internasional sudah bisa ikut campur demi keselamatan warga Mesir"
tuturnya.
Saleh mengatakan dunia
internasional sudah sepatutnya berpihak pada kepentingan rakyat Mesir,
apalagi, proses demokratisasi di Mesir sudah mulai tumbuh.
Menurut dia, apabila kezaliman
militer tidak dihentikan maka akan berdampak buruk bagi masa depan
politik Mesir dan bisa menjadi preseden.
"Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih dalam pemilu, akan dengan mudah digulingkan oleh militer," ujarnya.
sumber : republika.co.id Minggu, 28 Juli 2013

Posting Komentar