Acara
tersebut dihadiri oleh Direktur LAZISMU Banyumas, Badan Pengurus,
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, Jaring Pengaman Sosial
(JPS) ZIS dan para muzaki di Jl. Dr. Angka No. 1 Purwokerto sekaligus
sebagai pusat layanan LAZISMU di Kabupaten Banyumas (5/4).
Dalam peluncuran mobil pada April kemarin, Direktur LAZISMU Banyumas Tungguh Kasiyanto menyatakan “program ini nantinya tidak terlepas dari peran semua pihak di dalam mengguggah kesadaran dan semangat untuk segera bertindak nyata membantu meringankan kesulitan dan meminimalisir kendala pelayanan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu”.
Tungguh melengkapi bahwa pemilihan program kesehatan dengan mewujudkan satu unit ambulan didasarkan pengalaman LAZISMU di Banyumas. Salah satunya dalam situasi darurat, masyarakat dhuafa seringkali terkendala dalam mendapatkan bantuan dan layanan. Maka, dengan tersedianya sarana ini seefektif mungkin dapat mempercepat membantu mereka yang lemah untuk diantar ke klinik atau rumah sakit terdekat, tegasnya saat dihubungi (06/5) melalui telepon.
Layanan Sehat itu kita buktikan dengan totalitas dukungan (support)
kita baik pada aspek perencanaan hingga kegiatan di lapangan. Termasuk
menyediakan mobil ambulan adalah bagian dari skema dukungan kita
terhadap kepercayaan masyarakat yang telah memercayai LAZISMU sebagai
tempat atau sarana untuk berbagi terhadap sesama melalui zakat, infak
dan sedekah, pungkasnya.
Tungguh juga mecontohkan saat gempa di Dieng misalnya kendaraan ini dapat berfungsi membantu evakuasi korban bencana alam, bantuan penyaluran obat-obatan dan sembako atau pengobatan gratis keliling di lokasi bencana. Inilah signifikansi program layanan sehat LAZISMU Banyumas sebagai bentuk kepedulian berdasarkan sasaran yang tepat, ucapnya.

Posting Komentar